Nano

Review | ASUS ROG Strix GL503VD




Asus ROG Strix GL503VD memang belum hadir secara resmi di pasar komputer Indonesia. Tapi konten review yang sudah banyak beredar di luar, membuat produk yang satu ini jadi barang yang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini.
Berikut sedikit gambaran tentang asus ROG strix GL503VD ini.

Desain Baru Jelmaan Zephyrus

Jika anda sudah melihat video review Asus ROG Zephyrus GX501VI, pasti langsung tahu mengapa ia kami sebut jelmaan Zephyrus. Selain sisi cooling system yang mendapat perubahan, desain cover LCD juga mendapat refresh yang sangat kekinian. Dengan konsep belahan miring yang serupa GX501, Asus ROG GL503VD terkesan jauh lebih ramping dari aslinya, jika dibanding GL553VD, ia memang mendapat pemangkasan yang cukup massive hingga nyaris 7mm. Dari 30mm menjadi 23mm. Untuk dimensi lainnya, tidak banyak berubah dibanding GL553VD.
Sekaligus, Asus juga akhirnya “memperbaiki kesalahan” mereka atas desain terdahulu. Dimana beberapa seri laptop gaming mereka, cover LCD-nya menutupi lubang exhaust saat posisi terbuka. Hal tersebut membuat udara panas naik ke arah LCD, dan mengancam usia pakai komponen di balik LCD cover.

Workstation

Perubahan frontal juga terjadi dibagian workstation. Mulai dari tekstur, lekukan di upper-case, layout keyboard, hingga penambahan dan reposisi beberapa tombol shortcut. Namun, karena ia punya target harga yang ketat, material masih tetap mengggunakan plastik. Key-caps pada keyboard tidak lagi terlalu banyak dihiasi ornamen jreng seperti 553VD. Tapi ia tetap menawarkan RGB backlit keyboard yang bisa dicustom hingga 4 blok berbeda.

I/O Port

Beralih ke koleksi I/O port, juga terjadi perubahan. Ini yang meyakinkan bahwa ia menggunakan layout motherboard baru. Dengan ODD yang tak lagi ada dan lubang exhaust yang pindah kebelakang, Asus membayarnya dengan sangat baik. Port USB berlimpah dengan jarak yang proposional, pilihan display out MiniDisplay Port dan HDMI yang kekinian, juga SD Card reader dan RJ45 LAN port. Lubang speaker juga di posisikan di sisi kiri dan kanan, bukan lagi di depan.

Upgrade Option

Perubahan juga terjadi pada bagian bottom-case. Di sini Asus memberikan semacam akses khusus untuk melakukan upgrade komponen, tanpa harus membuka seluruh bottom cover. Pengguna bisa langsung mengakses 2 buah slot RAM, sebuah slot m.2 yang mendukung PCIe SSD, dan sebuah slot SATA 2,5 inchi.

Kesimpulan
Makin panasnya persaingan di level harga 15 juta kebawah, membuat Asus banyak melakukan pembenahan pada ROG Strix GL series andalannya. Dan nampaknya, Asus ROG GL503VD ini akan lebih sukses dari seri sebelumnya. Sekalipun jika kami boleh memprediksi, harganya akan naik cukup signifikan. Bisa jadi, naik hingga 100 dolar dari GL553VD dengan konfigurasi hardware yang sama.

Sumber : pemmzchannel.com